Kawasan Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, kembali menjadi sorotan setelah terjadi keributan antar dua kelompok yang berujung pada aksi kekerasan brutal. Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 19.00 WIB pada Kamis, 5 Februari 2025, dan mengakibatkan satu orang mengalami luka serius akibat serangan senjata tajam.
Korban diketahui berinisial MMT alias B (42). Ia mengalami luka tusuk di bagian perut setelah diserang menggunakan parang dalam perkelahian yang dipicu oleh perebutan lahan parkir.
Kejadian ini menambah daftar panjang konflik di ruang publik yang bermula dari masalah sepele, namun berakhir dengan kekerasan yang membahayakan nyawa.
Keributan Dipicu Perebutan Lahan Parkir
Menurut keterangan Pelaksana Harian (Plh) Kanit Krimum Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan, Iptu Satrio, perkelahian antar dua kelompok tersebut dipicu oleh perebutan lahan parkir di kawasan Blok M.
“Korban mengalami luka di bagian perut,” kata Iptu Satrio kepada wartawan di Jakarta, dilansir dari Antara.
Satrio menjelaskan bahwa kedua kelompok sempat terlibat cekcok mulut sebelum akhirnya situasi berubah menjadi perkelahian terbuka.
Perebutan lahan parkir memang kerap menjadi sumber konflik di kawasan padat seperti Blok M, yang dikenal sebagai pusat aktivitas ekonomi, hiburan, dan transportasi.
Parang Dikeluarkan, Korban Diserang Brutal
Ketegangan meningkat ketika salah seorang dari kelompok tertentu mengeluarkan senjata tajam jenis parang.
Dalam situasi yang semakin panas, pelaku menyerang korban hingga parang tersebut mengenai perut bagian kiri.
“Salah satu pelaku mengeluarkan parang dan menyerang korban dan mengenai perut korban sebelah kiri,” ujar Satrio.
Serangan ini membuat korban langsung terkapar dengan luka cukup serius.
Dalam kondisi terluka, korban sempat menghubungi temannya untuk meminta bantuan, menunjukkan bahwa insiden berlangsung cepat dan mengagetkan.
Blok M, Kawasan Ramai yang Rentan Konflik
Blok M merupakan salah satu kawasan paling sibuk di Jakarta Selatan. Setiap hari, area ini dipadati pengunjung yang datang untuk berbelanja, bekerja, maupun menikmati pusat kuliner dan hiburan.
Namun, tingginya aktivitas juga memicu berbagai persoalan sosial, salah satunya perebutan lahan parkir.
Lahan parkir di kawasan padat sering dianggap sebagai sumber ekonomi bagi kelompok tertentu, sehingga persaingan di lapangan kerap menimbulkan gesekan.
Konflik semacam ini tidak jarang berkembang menjadi bentrokan fisik, bahkan melibatkan senjata tajam seperti dalam kasus ini.
Polisi Lakukan Penyelidikan dan Pengejaran Pelaku
Usai kejadian, pihak kepolisian langsung melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku penyerangan.
Kasus ini menjadi perhatian serius karena melibatkan senjata tajam di ruang publik yang ramai.
Polisi akan mendalami:
- Identitas para pelaku
- Motif perebutan lahan parkir
- Peran masing-masing kelompok
- Saksi di lokasi kejadian
- Rekaman CCTV sekitar Blok M
Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat agar tidak main hakim sendiri dan segera melaporkan jika mengetahui keberadaan pelaku.
Konflik Parkir dan Premanisme Perkotaan
Kasus perebutan lahan parkir sering dikaitkan dengan praktik premanisme perkotaan.
Di beberapa titik strategis kota besar, lahan parkir bisa menjadi sumber pemasukan besar, sehingga memicu perebutan antar kelompok.
Masalah ini menjadi tantangan serius bagi pemerintah daerah dan aparat keamanan.
Penertiban parkir liar, pengawasan ketat, serta pengelolaan parkir resmi menjadi solusi yang terus didorong agar konflik serupa tidak terulang.
Jika tidak ditangani, perebutan ruang publik bisa berkembang menjadi ancaman keamanan bagi masyarakat luas.
Kekerasan Senjata Tajam Jadi Ancaman Keselamatan Publik
Penggunaan parang dalam konflik ini menunjukkan betapa berbahayanya kekerasan jalanan.
Senjata tajam di ruang publik bukan hanya mengancam korban langsung, tetapi juga dapat membahayakan warga sekitar yang tidak terlibat.
Kejadian seperti ini menimbulkan rasa takut dan ketidaknyamanan bagi masyarakat yang beraktivitas di kawasan tersebut.
Karena itu, penegakan hukum terhadap pelaku kekerasan bersenjata harus dilakukan tegas agar memberi efek jera.
Pentingnya Penyelesaian Konflik Secara Damai
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa konflik kecil, seperti masalah parkir, seharusnya dapat diselesaikan melalui jalur komunikasi atau mediasi, bukan kekerasan.
Masyarakat diharapkan menahan emosi dan menghindari tindakan brutal yang hanya akan merugikan semua pihak.
Jika terjadi perselisihan, langkah terbaik adalah:
- Melapor kepada petugas keamanan
- Menghubungi aparat setempat
- Menghindari konfrontasi fisik
- Menyelesaikan masalah melalui jalur hukum
Dengan cara ini, konflik tidak berkembang menjadi tragedi.
Kesimpulan: Konflik Parkir Berujung Luka Parah
Keributan dua kelompok di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, yang dipicu perebutan lahan parkir berakhir dengan aksi kekerasan serius.
Seorang pria berinisial MMT alias B mengalami luka tusuk di perut setelah ditebas parang oleh salah satu pelaku.
Polisi kini masih menyelidiki kasus tersebut untuk mengungkap pelaku dan memastikan penegakan hukum berjalan tegas.
Insiden ini menjadi peringatan bahwa perebutan ruang publik di kota besar dapat berubah menjadi konflik berbahaya jika tidak dikelola dengan baik.
Keamanan dan ketertiban harus menjadi tanggung jawab bersama, agar ruang publik seperti Blok M tetap aman bagi seluruh warga.
Baca juga : https://iklanjualbeli.info/kpk-ott-pegawai-pajak-di-banjarmasin-publik-soroti-integritas/
Cek Juga Artikel Dari Platform : festajunina

