Kesigapan aparat kepolisian perairan kembali menjadi sorotan setelah Polairud Polres Waropen berhasil mengevakuasi seluruh korban kecelakaan laut yang terjadi di perairan Saireri, pesisir Kampung Raiwuto, Kabupaten Waropen, Papua. Dalam insiden tersebut, tidak ada korban jiwa, sebuah capaian yang dinilai sangat krusial mengingat kondisi geografis dan tantangan cuaca di wilayah pesisir Papua.
Kecelakaan laut ini melibatkan sebuah speed boat yang mengalami insiden saat berlayar di perairan Saireri. Informasi awal diterima aparat Polairud dari masyarakat setempat yang melihat adanya kecelakaan dan meminta pertolongan. Tanpa menunggu lama, personel Polairud langsung bergerak menuju lokasi kejadian dengan mengerahkan sarana patroli laut yang tersedia.
Respons Cepat Jadi Kunci Keselamatan
Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Cahyo Sukarnito, menyampaikan apresiasi atas respons cepat jajaran Polairud Polres Waropen. Menurutnya, kecepatan bertindak menjadi faktor utama yang menentukan keselamatan seluruh korban.
“Begitu menerima informasi, personel langsung bergerak ke lokasi dan melakukan evakuasi. Respons cepat ini sangat menentukan sehingga seluruh korban dapat diselamatkan,” ujar Cahyo di Jayapura.
Dalam kondisi kecelakaan laut, waktu menjadi faktor yang sangat krusial. Penundaan beberapa menit saja dapat berdampak fatal, terlebih di wilayah perairan terbuka yang rawan gelombang, arus kuat, dan perubahan cuaca mendadak. Oleh karena itu, kesiapsiagaan personel Polairud dinilai berhasil meminimalkan risiko korban jiwa.
Seluruh Korban Berhasil Dievakuasi Selamat
Dalam peristiwa tersebut, sembilan orang penumpang berhasil diselamatkan dalam kondisi selamat. Mereka adalah Oto Eldrin Jitmau, Nufendi Tuan, Anita Erari, Aplena Gamai, Esau Yakup Jitmau, Abraham Jitmau, Petrus Pandori, Daniel Perkowe, dan Hanok Sikowai.
Setelah proses evakuasi, seluruh korban langsung mendapatkan penanganan kesehatan awal oleh petugas. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan tidak ada luka serius atau kondisi medis yang membahayakan. Aparat juga memastikan para korban berada dalam kondisi stabil sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
Keberhasilan penyelamatan ini mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat. Warga pesisir Kampung Raiwuto mengaku merasa lebih aman dengan kehadiran cepat aparat Polairud di wilayah mereka, mengingat transportasi laut merupakan sarana utama mobilitas masyarakat di Kabupaten Waropen.
Kerugian Materiil Capai Ratusan Juta Rupiah
Meski tidak menelan korban jiwa, kecelakaan laut tersebut menyebabkan kerugian materiil yang cukup besar. Total kerugian diperkirakan mencapai lebih dari Rp128 juta. Kerugian tersebut meliputi:
- Satu unit speed boat
- Dua unit mesin tempel
- Satu unit sepeda motor
- Satu tas berisi laptop
- Sejumlah uang tunai
Hingga saat ini, bangkai speed boat dan mesin tempel belum dapat dievakuasi dari perairan. Keterbatasan peralatan menjadi kendala utama dalam proses pengangkatan bangkai kapal. Aparat masih berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menentukan langkah lanjutan guna mengamankan sisa-sisa material yang tenggelam.
Imbauan Keselamatan Transportasi Laut
Menanggapi kejadian tersebut, Kombes Pol Cahyo Sukarnito kembali mengingatkan masyarakat, khususnya pengguna transportasi laut, agar selalu mengutamakan keselamatan. Ia menekankan pentingnya memperhatikan kondisi cuaca sebelum berlayar serta melengkapi diri dengan alat keselamatan.
“Keselamatan adalah hal utama. Kami mengajak masyarakat untuk tidak memaksakan perjalanan laut apabila kondisi cuaca tidak memungkinkan,” tegasnya.
Imbauan ini menjadi relevan mengingat wilayah Papua memiliki karakteristik perairan yang cukup menantang. Gelombang tinggi, angin kencang, serta jarak tempuh antarkampung yang cukup jauh membuat risiko kecelakaan laut selalu ada, terutama jika aspek keselamatan diabaikan.
Baca Juga : Jadwal Newcastle vs Man City Semifinal Carabao Cup 2026
Cek Juga Artikel Dari Platform : seputardigital

