Skip to content
iklanjualbeli
Menu
  • Home
Menu

BEM Untika Desak DPRD Banggai Usut Dugaan Jual Beli Kawasan Adat Desa Padang

Posted on December 6, 2025December 6, 2025 by Kiky

iklanjualbeli.info Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Tompotika Luwuk menegaskan sikap kritis mereka terhadap dugaan praktik jual beli kawasan adat di Desa Padang, Kecamatan Kintom, Kabupaten Banggai. Mahasiswa meminta DPRD Banggai untuk tidak tinggal diam dan segera bertindak tegas agar persoalan yang menyangkut hak masyarakat adat tersebut tidak terus berlarut-larut dan menimbulkan konflik baru di akar kehidupan warga.

Aspirasi mahasiswa muncul karena keresahan masyarakat kian meningkat. Sejumlah warga Desa Padang mengaku kecewa atas dugaan penyimpangan kewenangan kepala desa yang dianggap telah bertindak seolah-olah tanah adat adalah milik pribadi yang bebas diperdagangkan.


Kekhawatiran Konflik Sosial di Tingkat Desa

Ketua BEM Untika, Alfi Sahril Hadi, menyampaikan bahwa kasus yang mencuat ini bukan sekadar persoalan hukum, tetapi berkaitan langsung dengan identitas dan hak sosial masyarakat adat yang telah lama hidup di wilayah tersebut. Menurutnya, DPRD sebagai lembaga representasi rakyat harus hadir untuk memastikan kebenaran informasi sekaligus melindungi hak-hak masyarakat yang terancam hilang.

Alfi menilai masalah ini telah membuka potensi konflik horizontal di tengah masyarakat. Ketika sebagian warga merasa dikorbankan dan pihak lain menguasai lahan secara tidak wajar, gesekan sosial akan semakin mudah terjadi.

Ia menegaskan bahwa lembaga mahasiswa tidak hanya fokus pada aktivitas kampus, namun juga memiliki tanggung jawab moral untuk mengawal kepentingan masyarakat, terutama ketika menyangkut hak ruang hidup komunitas adat.


Tuntutan Transparansi dan Sikap Tegas Pemerintah Daerah

BEM Untika meminta DPRD Banggai turun langsung ke lapangan untuk menghimpun data, mendengar suara masyarakat, serta memeriksa seluruh dokumen yang berkaitan dengan kepemilikan kawasan adat di Desa Padang. Setiap transaksi tanah adat, menurut mahasiswa, harus dilakukan berdasarkan persetujuan adat dan melibatkan masyarakat secara kolektif, bukan hanya keputusan sepihak.

Mahasiswa juga menyoroti perlunya keterbukaan dalam proses investigasi. Jika benar ada penyalahgunaan jabatan atau pemalsuan dokumen untuk memperjualbelikan tanah adat, maka pelakunya harus diproses sesuai hukum tanpa pandang bulu. Alfi menambahkan, DPRD tidak boleh takut untuk menghadapi pihak-pihak berkepentingan yang mencoba menggiring kasus ini agar diselesaikan secara tertutup.


Memperkuat Perlindungan Hak Masyarakat Adat

Dugaan praktik ilegal atas tanah adat menunjukkan adanya kerentanan perlindungan hukum terhadap komunitas lokal di pedesaan. Masyarakat adat di Kabupaten Banggai masih menjadikan tanah sebagai sumber penghidupan dan simbol identitas leluhur. Kehilangan lahan tanpa persetujuan sah dapat menghilangkan ruang hidup generasi berikutnya.

Mahasiswa berharap persoalan di Desa Padang menjadi momentum penting bagi DPRD dan pemerintah daerah untuk memperkuat kebijakan terkait perlindungan tanah ulayat dalam tata kelola wilayah. BEM Untika menilai perlindungan hukum terhadap hak adat harus lebih diperkuat agar potensi manipulasi wewenang tidak berulang di desa-desa lain.


Ajakan Mahasiswa untuk Mengawal Kasus Bersama

BEM Untika juga menyerukan solidaritas masyarakat sipil, tokoh adat, dan pemuda setempat untuk bersama-sama mengawal proses penanganan kasus ini. Mereka menilai langkah kolektif sangat diperlukan agar penyelesaian tidak hanya berhenti pada investigasi, tetapi dilanjutkan dengan penegakan hukum dan pengembalian hak masyarakat adat apabila terbukti terjadi pelanggaran.

Mahasiswa memastikan mereka akan terus memantau proses di DPRD Banggai sampai kasus ini memperoleh kejelasan dan keputusan yang adil bagi warga Desa Padang. Mereka berharap lembaga legislatif daerah tidak hanya menerima aspirasi, tetapi juga bekerja nyata sesuai mandat konstitusi.


Harapan Akhir: Pemerintah Lebih Berpihak pada Rakyat

Bagi BEM Untika, inti dari desakan ini adalah memastikan pemerintah benar-benar berdiri bersama rakyat. Ketika ada dugaan pelanggaran oleh penguasa lokal yang menjual hak masyarakat, maka negara wajib hadir sebagai pelindung, bukan justru membiarkan masalah berlarut hingga terjadi perpecahan sosial.

Kasus di Desa Padang menjadi cermin penting bagi tata kelola pemerintahan di tingkat desa, bahwa setiap kebijakan administratif harus taat hukum dan menjunjung tinggi hak adat yang melekat pada masyarakat. Mahasiswa menegaskan bahwa perjuangan ini akan terus dilanjutkan hingga keadilan benar-benar dirasakan warga terdampak.

Cek Juga Artikel Dari Platform beritagram.web.id

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • Ekonomi Pekan Ini APBN Defisit hingga Minyak Turun
  • Harga iPhone 13 Bekas April 2026 dan Performa
  • Bayi Nyaris Tertukar di RSHS Bandung, Ini Faktanya
  • Mobil Bekas Murah di Bawah 100 Juta 2026
  • Bener Meriah Perkuat Sinergi Menuju Kabupaten Layak Anak

Partner

suarairama pestanada beritabandar rumahjurnal podiumnews dailyinfo wikiberita zonamusiktop musicpromote bengkelpintar liburanyuk jelajahhijau carimobilindonesia jalanjalan-indonesia otomotifmotorindo ngobrol olahraga mabar dapurkuliner radarbandung radarjawa medianews infowarkop kalbarnewsr ketapangnewsr beritabumir kabarsantai outfit faktagosip beritagram lagupopuler seputardigital updatecepat marihidupsehat baliutama hotviralnews cctvjalanan beritajalan beritapembangunan pontianaknews monitorberita koronovirus museros iklanjualbeli festajunina capoeiravadiacao georgegordonfirstnation 1reservoir revisednews petanimal footballinfo london-bridges sultaniyya phdibanten beritabmkg beritakejagung beritasatu gilabola

Analisis Retensi Volatilitas Dan Pola Distribusi pada Ekosistem Multidimensi Transisi Fase Algoritmik: Kapan Waktu Optimal Menghadapi Fluktuasi RNG Tingkat Tinggi? Hipotesis Momentum Sebagai Validasi Empiris Terhadap Rotasi Pola Kemenangan Beruntun Dekonstruksi Simbol Cascade Terhadap Efisiensi Transformasi Sesi Bermain Jangka Panjang Metrik Kinerja Sistem Multilapis: Pengaruh Pengganda Bertingkat Terhadap Stabilitas Ekuitas Pemain Optimalisasi Strategi Pengendalian Varian Formula Permainan Menembus Limit Algoritma Baru Sinkronisasi frekuensi Pola Dinamis Mengubah Strategi Saat Algoritma Game Melakukan Refresh Teknik Sistematis Harmonisasi Pola dan Strategi Bermain Menghadapi Volatilitas Tinggi Penyesuaian Struktural Pada Dinamika Sistem Terintegrasi Untuk Mengubah Hasil Akhir Secara Signifikan Observasi Jangka Panjang Pola Olympus Menemukan Ritme Stabil Yang Menjadi Kunci Efisiensi Identifikasi Siklus Rotasi Server Olympus Memberikan Data Pola Scatter Yang Lebih Akurat Memanfaatkan Fitur Scatter Merah Untuk Mendeteksi Pergeseran Pola Pada Sistem Permainan Terbaru Optimasi Game Online : Kalibrasi Ulang Ekspektasi Nilai (Ev) Berbasis Data Real-Time Pengaruh Latensi Lucky Necko Terhadap Distribusi Hasil Akhir Melalui Metrik Presisi Strategi Adaptasi Baru: Merespon Perubahan Parameter Pola Pasca-Maintenance Sistem Memahami Mekanisme Interaksi Pola Melalui Pendekatan Analisa Visual Gates of Olympus 1000 Korelasi Waktu Dan Distribusi Sistem Mengungkap Potensi Stabilitas Pada Game Terbaru Strategi Mitigasi Risiko Pada Fase Volatilitas Rendah Menuntut Pemahaman Dinamika System Multidimensi Teori Probabilitas Bayesian Dalam Eksekusi: Menyesuaikan Keputusan Berdasarkan Hasil Sebelumnya Manajemen Likuiditas Sesi: Pendekatan Teori Permainan Dalam Memaksimalkan Utilitas Marginal

©2026 iklanjualbeli | Design: Newspaperly WordPress Theme