iklanjualbeli.info Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Depok memastikan bahwa ketersediaan daging sapi di pasar tradisional masih dalam kondisi aman dan terkendali. Pemerintah daerah menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap isu kelangkaan maupun gangguan distribusi yang sempat beredar di sejumlah wilayah.
Berdasarkan laporan rutin dari Unit Pelaksana Teknis pasar, aktivitas perdagangan daging sapi di Kota Depok berlangsung normal. Para pedagang tetap membuka lapak dan melayani pembeli seperti hari-hari biasa.
Kondisi ini menjadi bukti bahwa sistem distribusi pangan di wilayah Depok masih berjalan dengan baik.
Harga Masih dalam Batas Wajar
Hasil monitoring Disdagin menunjukkan harga daging sapi berada pada kisaran yang relatif stabil. Di sejumlah pasar tradisional, harga tercatat berkisar antara Rp130 ribu hingga Rp140 ribu per kilogram, termasuk di pasar induk.
Disdagin menilai rentang harga tersebut masih dalam batas wajar dan tidak menunjukkan lonjakan signifikan. Stabilitas harga ini memberikan kepastian bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan protein hewani.
Pemantauan harga dilakukan secara berkala untuk memastikan tidak terjadi spekulasi pasar.
Pedagang Tetap Berjualan Normal
Kepala Disdagin Kota Depok, Widyati Riyandani, menegaskan bahwa pedagang daging sapi tetap beroperasi seperti biasa. Tidak ditemukan aksi mogok dagang secara massal di pasar-pasar wilayah Depok.
Hal ini berbeda dengan isu yang berkembang di beberapa daerah lain. Di Depok, sebagian besar pedagang memilih tetap berjualan demi menjaga keberlangsungan usaha dan memenuhi kebutuhan pelanggan.
Kondisi pasar terpantau kondusif dan terkendali.
Stok Daging Masih Mencukupi
Disdagin memastikan bahwa stok daging sapi yang tersedia di Kota Depok masih mencukupi. Pedagang memanfaatkan stok daging segar maupun daging beku yang telah tersedia.
Ketersediaan ini membuat aktivitas jual beli tetap berjalan meski terdapat dinamika pasokan di tingkat hulu.
Pemerintah daerah menilai kesiapan stok menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas harga.
Fluktuasi Pasokan dari RPH
Menurut Disdagin, pergerakan harga daging sapi dipengaruhi oleh fluktuasi pasokan dari Rumah Potong Hewan. Meski demikian, fluktuasi tersebut masih dalam batas normal dan dapat dikendalikan.
Distribusi daging dari RPH ke pasar-pasar tradisional berjalan lancar tanpa hambatan berarti.
Kondisi ini memperlihatkan bahwa rantai pasok pangan masih berfungsi optimal.
Respons terhadap Isu Mogok Dagang
Meski terdapat imbauan mogok dagang dari asosiasi pedagang di wilayah Jabodetabek, Disdagin Kota Depok memastikan kondisi di lapangan tetap stabil.
Sebagian besar pedagang memilih melanjutkan aktivitas penjualan dengan memanfaatkan stok yang ada.
Pemerintah daerah terus melakukan komunikasi intensif dengan pedagang guna menjaga suasana pasar tetap kondusif.
Komitmen Pemerintah Jaga Ketersediaan Pangan
Pemkot Depok menegaskan komitmennya dalam menjaga ketersediaan pangan strategis. Daging sapi sebagai salah satu kebutuhan pokok mendapat perhatian khusus dalam pengawasan harga dan pasokan.
Disdagin melakukan monitoring harian guna mendeteksi potensi gangguan sejak dini.
Langkah ini bertujuan melindungi daya beli masyarakat.
Operasi Pasar Stabilisasi Terus Diperkuat
Untuk menjaga kestabilan harga, Disdagin mengintensifkan operasi pasar stabilisasi bersama distributor dan pelaku usaha.
Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi kenaikan harga, terutama menjelang periode meningkatnya kebutuhan masyarakat.
Operasi pasar menjadi instrumen penting dalam pengendalian inflasi daerah.
Subsidi Logistik sebagai Strategi Penekan Harga
Selain operasi pasar, Disdagin juga menerapkan subsidi logistik bagi distributor. Kebijakan ini bertujuan menekan biaya distribusi agar harga di tingkat konsumen tetap terjangkau.
Subsidi logistik dinilai efektif untuk menjaga keseimbangan harga tanpa merugikan pedagang.
Langkah ini menunjukkan peran aktif pemerintah dalam stabilisasi pangan.
Antisipasi Lonjakan Permintaan
Pemerintah daerah juga mempersiapkan langkah antisipasi menghadapi potensi lonjakan permintaan masyarakat. Kesiapan pasokan menjadi fokus utama agar tidak terjadi kekosongan barang di pasar.
Disdagin bekerja sama dengan distributor untuk memastikan suplai tetap lancar.
Kesiapsiagaan ini menjadi bagian dari strategi pengendalian pangan jangka pendek.
Imbauan kepada Masyarakat
Disdagin mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan. Pola belanja yang wajar akan membantu menjaga keseimbangan pasokan dan harga.
Masyarakat diminta tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang belum tentu benar.
Kolaborasi antara pemerintah dan warga menjadi kunci kestabilan pasar.
Peran Pedagang dalam Menjaga Stabilitas
Pedagang pasar tradisional memegang peranan penting dalam menjaga stabilitas pangan. Keputusan mereka untuk tetap berjualan membantu menjaga pasokan tetap tersedia bagi masyarakat.
Pemerintah daerah mengapresiasi sikap pedagang yang tetap berkomitmen melayani kebutuhan warga.
Sinergi ini memperkuat ketahanan pangan lokal.
Pengawasan Berkelanjutan
Disdagin Kota Depok akan terus melakukan pengawasan secara berkelanjutan. Pemantauan harga, stok, dan distribusi dilakukan setiap hari.
Jika ditemukan indikasi penimbunan atau permainan harga, pemerintah akan mengambil tindakan sesuai ketentuan.
Langkah pengawasan ini menjadi jaminan perlindungan konsumen.
Penutup
Disdagin Kota Depok memastikan bahwa stok dan harga daging sapi berada dalam kondisi aman dan terkendali. Pedagang pasar tradisional tetap berjualan normal, sementara pemerintah daerah terus memperkuat langkah stabilisasi pangan.
Dengan pengawasan rutin, operasi pasar, dan subsidi logistik, Pemkot Depok berkomitmen menjaga kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi. Upaya ini diharapkan mampu menjaga stabilitas harga sekaligus melindungi daya beli warga secara berkelanjutan.

Cek Juga Artikel Dari Platform revisednews.com
