Momen pertama saat bayi yang baru lahir diletakkan di dada orang tuanya sering kali menjadi kenangan tak terlupakan. Di balik kehangatan dan rasa haru tersebut, terdapat manfaat kesehatan yang sangat nyata. Skin-to-skin contact atau kontak kulit-ke-kulit bukan hanya simbol kasih sayang, tetapi juga praktik medis berbasis bukti yang direkomendasikan secara luas untuk membantu bayi beradaptasi dengan dunia luar.
Pada jam-jam awal kehidupan, bayi mengalami perubahan besar. Ia berpindah dari lingkungan rahim yang hangat, gelap, dan stabil menuju dunia yang penuh rangsangan. Sentuhan langsung dengan kulit orang tua—terutama ibu—memberikan transisi yang lebih lembut. Praktik sederhana ini terbukti membantu menstabilkan fungsi vital, memperkuat ikatan emosional, serta mendukung proses menyusui sejak dini.
Inkubator Alami yang Paling Efektif
Bayi baru lahir belum mampu mengatur suhu tubuhnya dengan baik. Di sinilah keajaiban skin-to-skin contact bekerja. Saat kulit bayi bersentuhan langsung dengan kulit ibu, tubuh ibu akan menyesuaikan suhu secara otomatis sesuai kebutuhan bayi. Jika bayi kedinginan, suhu dada ibu meningkat. Jika bayi terlalu hangat, suhu akan menurun.
Mekanisme biologis ini menjadikan tubuh ibu sebagai inkubator alami yang jauh lebih responsif dibandingkan alat buatan. Karena itu, kontak kulit-ke-kulit sangat membantu mencegah hipotermia, terutama pada bayi dengan berat lahir rendah atau yang lahir lebih awal.
Menstabilkan Napas dan Detak Jantung
Transisi dari rahim ke dunia luar bisa memicu stres pada bayi. Perubahan suara, cahaya, dan tekanan membuat sebagian bayi gelisah. Dengan skin-to-skin contact, bayi dapat mendengar kembali detak jantung yang familiar dan merasakan ritme napas orang tua.
Efeknya signifikan. Detak jantung bayi menjadi lebih teratur, pernapasan lebih stabil, dan kadar oksigen meningkat. Bayi juga cenderung lebih tenang dan jarang menangis. Stabilitas ini sangat penting pada jam-jam pertama kehidupan, saat sistem tubuh bayi masih menyesuaikan diri.
Mengurangi Stres dan Membantu Regulasi Emosi
Kontak kulit-ke-kulit membantu menurunkan hormon stres pada bayi. Saat bayi merasa aman dan nyaman, tubuhnya memproduksi lebih banyak hormon oksitosin—hormon yang berperan dalam rasa tenang dan ikatan emosional.
Efek ini tidak hanya dirasakan bayi. Orang tua, terutama ibu, juga mengalami penurunan stres dan kecemasan pascapersalinan. Interaksi awal yang hangat membantu memperkuat rasa percaya diri orang tua dalam merawat bayinya.
Mendukung Inisiasi Menyusu Dini (IMD)
Skin-to-skin contact memiliki peran penting dalam keberhasilan inisiasi menyusu dini. Dalam posisi menempel di dada ibu, bayi akan secara naluriah menunjukkan refleks mencari payudara. Bayi cenderung lebih mudah melekat dan menyusu dengan efektif.
Proses ini membantu merangsang produksi ASI dan mempercepat keluarnya kolostrum, cairan awal ASI yang kaya antibodi. Selain manfaat nutrisi, momen ini juga memperkuat ikatan batin antara ibu dan bayi sejak hari pertama kehidupan.
Peran Ayah dalam Skin-to-Skin Contact
Skin-to-skin contact bukan hanya peran ibu. Ayah juga dianjurkan melakukan kontak kulit-ke-kulit, terutama jika ibu masih dalam proses pemulihan atau belum memungkinkan. Sentuhan ayah memberikan rasa aman yang sama bagi bayi.
Kontak ini membantu membangun bonding sejak dini, meningkatkan kepercayaan diri ayah dalam perannya, dan menumbuhkan kedekatan emosional yang kuat. Bayi yang sering mendapatkan skin-to-skin contact dari ayah juga menunjukkan respons stres yang lebih rendah.
Golden Hour: Waktu Emas yang Tak Tergantikan
Satu jam pertama setelah kelahiran dikenal sebagai golden hour. Pada periode ini, manfaat skin-to-skin contact berada pada titik maksimal. Idealnya, bayi diletakkan di dada orang tua tanpa gangguan yang tidak mendesak, seperti penimbangan atau prosedur rutin yang bisa ditunda.
Selama golden hour, bayi lebih siap untuk menyusu, tubuhnya lebih cepat stabil, dan proses bonding berjalan alami. Orang tua disarankan untuk berdiskusi dengan tenaga kesehatan agar praktik ini dapat dilakukan sesuai kondisi medis.
Tips Aman Melakukan Skin-to-Skin Contact
Agar manfaatnya optimal, perhatikan beberapa tips berikut:
- Pastikan dada orang tua bersih dan hangat.
- Posisikan bayi tengkurap di dada, kepala menghadap ke samping agar jalan napas terbuka.
- Gunakan selimut untuk menutup punggung bayi agar tetap hangat.
- Awasi bayi secara terus-menerus, terutama pada jam pertama.
- Lanjutkan kontak kulit-ke-kulit selama mungkin sesuai kenyamanan ibu dan bayi.
Manfaat Jangka Panjang untuk Tumbuh Kembang
Penelitian menunjukkan bahwa bayi yang rutin mendapatkan skin-to-skin contact memiliki perkembangan emosional yang lebih baik, pola tidur yang lebih teratur, dan respons stres yang lebih rendah di kemudian hari. Praktik ini juga berkaitan dengan keberhasilan menyusui jangka panjang.
Bagi orang tua, skin-to-skin contact membantu membangun ikatan yang kuat, meningkatkan kepekaan terhadap kebutuhan bayi, dan menciptakan rasa kedekatan yang bertahan lama.
Kesimpulan
Skin-to-skin contact adalah bentuk perawatan paling sederhana namun paling bermakna bagi bayi baru lahir. Dari menstabilkan suhu tubuh hingga memperkuat ikatan emosional, manfaatnya menyentuh aspek fisik dan psikologis sekaligus.
Pelukan pertama bukan sekadar momen emosional, melainkan fondasi kesehatan dan kasih sayang yang akan menemani tumbuh kembang buah hati. Dengan memanfaatkan golden hour dan melibatkan kedua orang tua, skin-to-skin contact menjadi hadiah terbaik di awal kehidupan bayi.
Baca Juga : Bunga KUR Korban Bencana Sumatra 0 Persen di 2026
Cek Juga Artikel Dari Platform : bengkelpintar

