Dalam dunia jual beli mobil, terutama mobil bekas, terdapat sejumlah istilah yang kerap digunakan oleh pelaku pasar namun belum tentu dipahami oleh masyarakat luas. Salah satu istilah yang sering muncul adalah matel. Ketidaktahuan terhadap istilah ini bisa berujung pada kerugian finansial maupun persoalan hukum bagi pembeli. Oleh karena itu, memahami apa itu matel dan bagaimana dampaknya dalam transaksi mobil menjadi hal yang sangat penting.
Apa Itu Matel (Mata Elang)?
Istilah matel merupakan singkatan dari “Mata Elang”, yaitu sebutan untuk petugas lapangan atau debt collector yang bekerja atas nama perusahaan pembiayaan (leasing). Tugas utama mereka adalah melacak, memantau, dan menagih kendaraan bermotor yang kreditnya bermasalah atau mengalami tunggakan cicilan.
Perlu dipahami bahwa matel bukan kondisi fisik kendaraan, melainkan status penagihan atas kendaraan tersebut. Artinya, mobil yang “kena matel” adalah mobil yang masih terikat kredit dan pembayarannya bermasalah.
Dalam praktik sehari-hari, istilah ini sering muncul dalam frasa seperti:
- “Mobil ini matel on”
- “Unit sedang dipantau matel”
Ungkapan tersebut menandakan bahwa kendaraan masih dalam pengawasan debt collector dan berisiko ditarik sewaktu-waktu.
Apa Arti “Matel On” dalam Jual Beli Mobil?
Status “matel on” berarti kendaraan sedang dalam proses pelacakan atau penagihan aktif oleh pihak pembiayaan karena cicilan pemilik sebelumnya belum lunas. Kendaraan dengan status ini secara hukum belum sepenuhnya bebas diperjualbelikan, meskipun secara fisik mobil berada di tangan penjual.
Banyak kasus mobil dijual murah karena penjual ingin cepat melepas unit yang sedang bermasalah. Di sinilah pembeli awam sering terjebak, karena tergiur harga tanpa memahami risikonya.
Mengapa Penting Mengetahui Status Matel Sebelum Membeli Mobil?
Mengetahui status matel sebelum transaksi sangat krusial karena menyangkut keamanan kepemilikan dan perlindungan hukum. Beberapa alasan utamanya antara lain:
1. Menghindari Risiko Hukum
Mobil yang masih berstatus kredit macet secara hukum masih menjadi objek jaminan pembiayaan. Jika ditarik oleh leasing, pembeli tidak memiliki dasar hukum kuat untuk menolak.
2. Mencegah Kerugian Finansial
Jika kendaraan ditarik, uang yang sudah dibayarkan pembeli berpotensi hilang karena transaksi dilakukan tanpa dasar kepemilikan sah.
3. Menjamin Keabsahan Transaksi
Mobil dengan status kredit bersih dan lunas akan disertai dokumen lengkap dan sah, sehingga aman untuk balik nama dan digunakan jangka panjang.
4. Mempermudah Penjualan Kembali
Mobil yang bebas dari status matel jauh lebih mudah dijual kembali dan tidak menimbulkan kecurigaan di kemudian hari.
Cara Memastikan Mobil Bebas dari Status Matel
Agar terhindar dari kendaraan bermasalah, calon pembeli sebaiknya melakukan beberapa langkah berikut:
1. Cek Kelengkapan Dokumen
Pastikan BPKB dan STNK asli tersedia dan atas nama yang jelas. Mobil tanpa BPKB patut dicurigai.
2. Tanyakan Riwayat Kredit Kendaraan
Jangan ragu menanyakan apakah mobil pernah dikredit dan mintalah bukti pelunasan (surat lunas leasing) jika memang bekas kredit.
3. Waspadai Harga Terlalu Murah
Harga yang jauh di bawah pasaran sering kali menjadi indikator adanya masalah, termasuk status matel.
4. Gunakan Penjual atau Dealer Tepercaya
Transaksi melalui dealer resmi atau platform terpercaya memberikan perlindungan lebih dibandingkan transaksi informal.
5. Hindari Unit dengan Status “Matel On”
Sekalipun dijanjikan “aman” oleh penjual, membeli mobil yang sedang dipantau matel tetap memiliki risiko tinggi.
Risiko Membeli Mobil dengan Status “Matel On”
Membeli kendaraan dengan status matel on bukan hanya berisiko, tetapi bisa berdampak serius:
Kendaraan Bisa Ditarik Sewaktu-waktu
Perusahaan pembiayaan berhak menarik kendaraan tanpa perlu persetujuan pembeli baru jika kredit belum lunas.
Kerugian Finansial Tanpa Ganti Rugi
Pembeli biasanya tidak memiliki hubungan hukum dengan leasing, sehingga sulit menuntut pengembalian dana.
Potensi Sengketa Hukum
Masalah bisa berlanjut ke mediasi, pelaporan, atau konflik hukum yang menguras waktu dan biaya.
Sulit Diurus Administrasinya
Balik nama, perpanjangan pajak, hingga penjualan kembali akan terhambat selama status kredit tidak jelas.
Penutup
Istilah matel mungkin terdengar sederhana, namun dampaknya dalam jual beli mobil sangat besar. Ketidaktahuan terhadap status kendaraan dapat menjerumuskan pembeli pada kerugian finansial dan masalah hukum yang serius. Oleh karena itu, kehati-hatian, transparansi dokumen, dan pemahaman dasar tentang status kredit kendaraan adalah kunci utama dalam transaksi mobil yang aman.
Dalam jual beli mobil, harga murah tidak selalu berarti untung, dan dokumen lengkap adalah jaminan ketenangan jangka panjang.
Baca juga : Jual Beli Kendaraan STNK Only Disorot ACC dan OJK
Jangan Lewatkan Info Penting Dari : carimobilindonesia

